Selasa, 21 April 2020

KESAN – KESAN MEMPELAJARI TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH


            Tidak terasa, perkuliahan semester empat sudah dipenghujung. Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan, minggu depan adalah minggu tenang dan selanjutnya, kita akan menghadapi Ujian Akhir Semester genap. Ini adalah tulisan terakhir saya untuk menyelesaikan tugas saya pada mata kuliah Teknik penulisan Karya Ilmiah. Saya harapkan blog ini akan selalu saya pelihara sebagai tempat saya berbagi tulisan kepada anda semua.

            Teknik penulisan karya ilmiah adalah salah satu mata kuliah yang sangat penting yang harus kita dapatkan di bangku perkuliahan. Mata kuliah ini mengajarkan kita bagaimana cara menulis yang baik. Tidak hanya pada karya ilmiah namun lebih luas lagi pada segala bentuk tulisan. Contohnya adalah blog ini. Mata kuliah ini mengajarkan kita mengenai cara-cara, aturan-aturan, konsep-konsep, dan tips-tips menulis agar kita dapat menulis secara baik dan menarik. Lebih luas lagi, Teknik penulisan karya ilmiah juga mengajarkan kita bagaimana cara melakukan penelitian yang baik karena karya ilmiah butuh penelitian.

            Singkatnya, walaupun mata kuliah ini cukup berat karena bukan merupakan basic anak statistic yang lebih suka berhitung, saya cukup menyukai mata kuliah ini dan banyak ilmu-ilmu baru yang saya dapatkan. Semoga ilmu yang sudah saya dapatkan ini dapat menuntun saya dalam Menyusun tugas akhir dan lebih jauh lagi skripsi, disertasi, dan penelitian saya kedepannya.

Terimakasih, salam ………

Jumat, 17 April 2020

Dampak Positif Pandemi Covid-19



Penderita covid-19 di dunia terus bertambah dari hari ke hari dan pertambahan menunjukkan pertambahan eksponensial. Sejak tulisan ini ditulis setidaknya terdapat dua juta orang terinfeksi positif di seluruh dunia dengan jumlah kematian tidak kurang dari 130 ribu jiwa. Pandemic ini benar-benar sangat meruntuhkan perekonomian seluruh dunia. Seperti pantauan kurs rupiah terhadap dollar yang saat ini mencapai 15,5 rb rupiah per dollar amerika.
Namun terdapat sisi positif dari merebaknya pandemic covid-19 ini. Yaitu dampak lingkungan.Seperti yang terjadi di cina Saat mereka menyatakan lockdown karena penyebaran virus corona yang semakin liar, citra satelit menunjukkan tingkat polusi yang menurun drastis di langit Negeri tersebut.
Kemudian yang terjadi di italia sebagai dengan jumlah kasus terbanyak kedua. Negara itu memberlakukan tindakan karantina yang ketat, data satelit di Italia utara kini telah menunjukkan penurunan besar dalam polusi udara. Khususnya penurunan nitrogen dioksida, gas yang sebagian besar dikeluarkan oleh mobil, truk dan beberapa industri.
Setidaknya pandemic ini dapat memulihkan bumi kita yang sudah ‘diuapi’ oleh ulah kita sendiri. Setidaknya bumi sudah mengingatkan kita untuk selalu menjaga lingkungan.

Sumber : covid19.go.id
                Kompas.com

Senin, 06 April 2020

Suka Duka Perkuliahan Jarak Jauh



Nama saya Afif Fathur Reza, seorang mahasiswa Program Studi Diploma (III) Statistika Politeknik Statiska STIS. Kali ini saya akan bercerita tentang apa yang saya alami sepanjang perkuliahan jarak jauh yang diterapkan kampus selama wabah virus corona
Singkatnya, sebuah Wabah penyakit menyerang Indonesia pada awal maret 2020 akibat sebuah virus. Penyakit tersebut bernama COVID-19 akibat virus corona. Awalnya Nampak biasa saja, tidak ada yang berubah, seluruh kegiatan perkuliahan Nampak berjalan seperti biasanya. Namun pada 2 maret 2020, dua warga Indonesia terpapar virus tersebut. Indonesia seperti mendapatkan peringatan akan datangnya sebuah wabah yang sudah lebih dulu mewabah di Negara lain
Benar saja, kurva penyebaran virus tersebut di Indonesia bergerak secara eksponensial, berkembang mulai 06 Maret yang bertambah dua kasus menjadi 4 kasus, kemudian pada 09 maret kasus bertambah menjadi 19, kemudian pada 11 Maret menjadi 34 kasus, pada 13 maret menjadi 69 kasus dan pada 16 Maret 2020, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 134 orang.
            Penularan virus yang sangat mudah ini, membuat pemerintah DKI Jakarta khawatir dan segera menerapkan berbagai kebijakan untuk mencegah penularan virus ini. Salah satu kebijakan yang pertama yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah dengan menurunkan mobilitas masyarakat dengan cara pembelajaran di sekolah ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran di rumah masing-masing.
            Politeknik Statistika STIS sangat mendukung kebijakan pemerintah ini, mengingat sudah banyak sekali contoh-contoh negara lain yang sedang kacau keadaannya dikarenakan virus berbahaya ini. Pada tanggal 16 Maret 2020, Politeknik Statistika STIS mengeluarkan kebijakan mitigasi resiko penyebaran Pandemi Virus Corona dengan meliburkan perkuliahan selama satu pekan dan pekan berikutnya pembelajaran di kampus diganti menjadi pembelajaran via online atau yang diistilahkan sebagai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
            Saat kebijakan tersebut keluar, sebagian besar mahasiswa merasa sangat senang karena tidak perlu pergi ke kampus selama dua pekan. Tidak sedikit mahasiswa yang pulang ke kampung halaman dikarenakan kebijakan ini. Termasuk saya yang pulang akibat panggilan dari orang tua dan prediksi bahwa virus ini tidak akan berakhir dalam dua minggu dan rasa khawatir karena kota Jakarta merupakan pusat penyebaran virus tersebut.
            Hari demi hari berlalu. Pembelajaran Jarak Jauh dimulai. Pembelajaran Jarak Jauh yang dibayangkan adalah kuliah sambil santai, sambil ngemil, sambil ngeteh, sambil tidur-tiduran, tidak perlu lelah untuk ke kampus, dll. Tetapi kenyataannya tidak seperti yang kita bayangkan. Semua berjalan dengan sangat melelahkan.
Dimulai dari hari pertama yang walau ‘hanya’ dua sesi perkuliahan dengan mata kuliah yang tidak terlalu sulit, kita serasa seperti kuliah dengan jam penuh. Hal tersebut akibat tugas yang banyak dan memaksa kita mengerjakannya dengan tepat waktu sesuai dengan batas akhir pengumpulan yaitu jam 16.00 WIB.
            Kemudian pada hari kedua saya merasakan betapa beratnya perkuliahan jarak jauh dengan sesi perkuliahan yang penuh dan mata kuliah yang cukup sulit. Kendala kedua dari perkuliahan jarak jauh ini adalah kita harus berusaha keras mempelajari materi yang ada pada bahan ajar tanpa penjelasan langsung dari dosen dan teman-teman. Bagi saya yang mempunyai cara belajar dengan audio visual, hal tersebut sangat-sangat berat bagi saya, sampai memasuki minggu ke-tiga perkuliahan ini, cukup banyak materi yang harus saya ulang-ulang untuk mempelajarinya seperti mata kuliah statistika inferensia dan Analisis Regresi. Dua mata kuliah yang semenjak perkuliahan jarak jauh ini dimulai, Cuma sedikit materinya yang saya pahami dan belum sampai memahami esensi dan konsep dasar materi tersebut.
Walaupun begitu, perkuliahan jarak jauh tidak sepenuhnya buruk. Kedekatan saya dengan keluarga cukup membayar kelelahan saya akibat perkuliahan jarak jauh. Saya yang tidak pulang semenjak masuk Politeknik Statistika STIS akhirnya dapat kembali menginjakkan kaki di rumah tercinta saya dan melepas kerinduan dengan keluarga saya. Setidaknya saya lebih punya banyak quality time dengan keluarga saya yang juga menjalani semua kegiatannya dirumah. Semua tampak istimewa saat kita kumpul Bersama 😊

Terakhir, saya berdoa semoga wabah penyakit ini segera berakhir agar semua dapat berjalan normal kembali. Semoga angka penyebaran dan kematian dapat ditekan. Aamiin…..
*Sekian…

Senin, 30 Maret 2020

Sampah Plastik terus bertambah, sampai kapan akan berakhir?


Sampah plastic adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Plastik merupakan produk serbaguna, ringan, fleksibel, kuat, dan relative murah. Dengan kemudahan tersebut, seluruh dunia menghasilkan lebih banyak broduk berbahan baku plastic. Namun, tanpa disadari bahan baku seperti bisphenol A (BPA) ,zat aditif beracun dalam plastic, pewarna plastik dan cara penggunaannya yang tidak ramah lingkungan, justru merusak lingkungan hidup.
Produksi plastic di seluruh dunia telah berkembang sebagai bahan yang tahan lama. Terutama berbasis minyak bumi. Plastic secara bertahan menggantikan bahan-bahan seperti kaca dan logam. Saati ini, rata-rata orang Eropa Barat dan Amerika Utara menggunakan sekitar 100 kilogram plastic setiap tahun. Sebagian besar dalam bentuk kemasan. Sedangkan masyarakat Asia menggunakan sekitar 20 kilogram per orang. Namun, angka ini diperkirakan akan tumbuh pesar seiring perkembangan ekonomi asia.
Menurut Program Lingkungan PBB (UNEP), antara 22 persen hingga 43 persen plastic yang digunakan di seluruh dunia dibuang ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat diartikan sebagai sumber daya yang terbuang. Sampah yang dibuang berarti menyita ruang yang seharusnya bias dimanfaatkan untuk hal lain. Bayangkan, berapa puluh hektar yang digunakan untuk pembangunan TPS yang sebagian besar adalah sampah plastic?
Selain itu, sekitar 10 hingga 20 juta ton sampah plastic mencemari lautan setiap tahun. Sebuah studi memperkirakan bahwa sekitar lima triliun partikel sampah plastic mengambang dilautan sekarang. Sampah plastic di lautan menyebabkan kerusakan ekosistem laut hingga wisata alam. Hewan seperti burung laut, paus, lumba-lumba mati karena memakan atau terjerat sampah plastic.
Sampah plastic membawa dampak negative yang luar biasa bagi manusia dan lingkungan. Dampak tersebut antara lain :
-          Mengganggu rantai makanan
-          Pencemaran tanah dan air tanah
-          Menyebabkan polusi udara
-          Membunuh hewan
-          Beracun bagi manusia
-          Biaya penanggulangan mahal, dan
-          Penurunan wisata

Misi pencegahan pencemaran lingkungan dari sampah plastic merupakan salah satu misi dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang kita sebut sebagai  sustainable development goals (SDGs). Kita tidak bisa langsung menghentikan produksi plastic. Karena sesuai dengan yang dijelaskan di atas. Plastic merupakan produk serba guna. Namun kita dapat secara bertahap menurunkan tingkat pemakaiannya dan mengelolanya dengan baik. kita dapat berkontribusi dengan cara hidup ramah lingkungan. Berbagai cara tersebut antara lain :
-          Daur Ulang
-          Penggunaan incinerator
-          Pembatasan penggunaan produk plastic
-          Menggunakan bak sampah untuk membuang botol air plastic, wadah makanan dan bahan plastic lainnya
-          Hindati membuang sampah plastic di ruang terbuka, tempat umum, saluran air, sungan, pantai, laut, dan sumber daya alam lainnya
-          Mengikuti peraturan pemerintah yang berkaitan dengan manajemen plastic
-          Meningkatkan kesadaran masyarakat, misalkan menginformasukan kepada kerabat atau tetangga
-          Ikut gotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah dari sampah

Selasa, 24 Maret 2020

Apasih SDGs itu? Dan apa kontribusi yang bias kita lakukan untuk mewujudkan SDGs?


Suistanable Development Goals (SDGs) adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong  pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. SDGs diberlakukan  dengan prinsip-prinsip universal, integrasi dan inklusif untuk  meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan atau "No-one Left Behind".

SDGs adalah tindak lanjut dari kesepakatan global sebelumnya yaitu MDGs atau Milennium Development Goals yang diluncurkan Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Bulan September 2015 yang  melanjutkan upaya dan capaian agenda global sebelumnya yaitu MDGs yang sudah banyak merubah wajah dunia 15 tahun kearah yang lebih baik.

Jika sebelumnya MDGs memiliki 8 tujuan yang ingin dicapai masyarakat global, antara lain  :
   1)      Menangulangi kemiskinan dan kelaparan,
   2)      Mencapai pendidikan dasar secara universal,
   3)      Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,
   4)      Menurunkan angka kematian anak,
   5)      Meningkatkan kesehatan ibu,
   6)      Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit menular lainnya,
   7)      Menjamin daya dukung lingkungan hidup,
   8)      Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

SDGs  memiliki 17 tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat dunia, antara lain :
   1)      Tanpa Kemiskinan
   2)      Tanpa Kelaparan
   3)      Kehidupan Sehat dan Sejahtera
   4)      Pendidikan Berkualitas
   5)      Kesetaraan Gender
   6)      Air Bersih dan Samitasi yang layak
   7)      Energi Bersih dan Terjangkau
   8)      Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomu
   9)      Industri, Inovasi dan infrastruktur
   10)  Berkurangnya Kesenjangan
   11)  Kota dan Pemukiman yang berkelanjutan
   12)  Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
   13)  Penanganan Perubahan Iklim
   14)  Ekosistem Lautan
   15)  Ekosistem Daratan
   16)  Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
   17)  Kemitraan untuk mencapai tujuan

Dari tujuh belas indicator di atas, jelas semuanya adalah tugas pemerintah dan PBB dalam mewujudkan hal tersebut. namun kita juga dapat ikut serta dalam mewujudkan cita-cita tersebut, antara lain dengan meningkatkan kualitas diri kita sendiri, menjadi professional dibidang kita masing-masing, mengikuti segala regulasi yang dibuat oleh pemerintah, serta berpikir kritis dan inovatif terhadap semua hal yang kita alami. Selain itu, kita dapat membantu pemerintah dalam mengumpulkan data yang menjadi indicator  SDGs. Data-data tersebut mayoritas dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik. Cukup dengan menyambut petugas survey yang baik dan menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan benar sudah cukup membantu kok. Dan jangan lupa untuk mengisi Sensus Penduduk Online 2020 agar meringankan kerja para petugas sensus!

Senin, 09 Maret 2020

Sensus Penduduk 2020 : Mengisi online atau didatangi petugas?

Logo Sensus Penduduk 2020
Sensus penduduk adalah kegiatan mencacah seluruh penduduk Indonesia tidak terkecuali untuk mendapatkan data-data kependudukan yang berguna bagi pembangunan. Sensus penduduk dilakukan sepuluh tahun sekali dan sudah diadakan sebanyak enam kali mulai 1961. Sensus penduduk dilaksanakan pada tahun dengan angka berakhiran nol (0). Dan sekarang sudah tahun 2020, itu artinya, sensus penduduk kembali di adakan yang ke tujuh kalinya.

Badan Pusat Statistik (BPS) selalu berupaya mengembangkan metode dan teknologi pada setiap kegiatan sensus yang dilakukan. Pada Sensus Penduduk 2020 (SP2020) ini, BPS menggunakan combined method yaitu kombinasi antara data registrasi dari dinas kependudukan dan catatan sipil kementerian dalam negeri yang digunakan sebagai dkerangka dasar data kependudukan, dengan data hasil pencacahan. Metode ini dilakukan, agar mencapai visi presiden yaitu satu data Indonesia karena masalah selama ini adalah perbedaan data yang dihasilkan oleh BPS dan data yang ada di Lembaga/ kementerian terkait. Diharapkan pada sensus ke delapan tahun 2030 nanti,BPS menargetkan sistem Sensus Penduduk sudah mengandalkan metode registrasi dan berbasis elektronik .

Badan Pusat Statistik juga mengembangkan dua  metode pencacahan, yaitu sensus penduduk online yang dilakukan pada bulan februari-maret dan sensus penduduk wawancara yang akan dilakukan pada bulan juli. Sensus penduduk online adalah pengisian kuisioner secara mandiri oleh penduduk melalui sensus.bps.go.id.Badan Pusat Statistik Sendiri menargetkan 22% penduduk Indonesia mengisi sensus penduduk online. sensus penduduk wawancara adalah penduduk didatangi langsung petugas untuk diwawancara. Sekarang, pertanyaan yang muncul adalah lebih baik mengisi online atau menunggu kedatangan petugas bulan juli nanti?

Baik sensus penduduk online maupun sensus penduduk wawancara, kita semua akan tetap dicacah. Salah satu kunci kesuksesan dalam sensus ini adalah partisipasi dan kejujuran kita semua dalam mengisi kuisioner. Pilihan antara sensus penduduk online atau sensus penduduk wawancara itu tergantung pada ketersediaan akses internet yang kita miliki. Jika kita mempunyai akses internet yang memadai, saya sarankan agar kita semua melakukan sensus penduduk online. Selain mudah dan cepat, sensus penduduk online dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Selain itu, apabila kita melakukan sensus penduduk online, kita sudah berpartisipasi dalam meringankan beban petugas sensus, karena jika kita sudah mengisi online data kependudukan kita, kemungkinan besar kita tidak akan didatangi lagi oleh petugas sensus. Kita didatangi petugas sensus hanya untuk dikonfirmasi apabila ada isian yang kurang tepat.

Oleh Karena itu, tunggu apa lagi, ayo turut berpartisipasi dalam menyukseskan sensus penduduk 2020 dengan mengisi online data kependudukan kita di sensus.bps.go id!
Karena bagi Indonesia, kamu berarti

Senin, 17 Februari 2020

Bagaimana data bisa dihasilkan?




Bagaimana data bisa dihasilkan?
Hmmmm… mungkin bagi masyarakat umum, mengenal data hanya sebatas informasi dan sebagainya yang diperlukan untuk melakukan aksi tertentu. Tetapi lebih jauh dari itu, data justru sebagai elemen yang harus ada dalam pengambilan keputusan, bagaimana cara mendapatkannya? Mari kita bahas…

Menurut perpres no. 39 tahun 2019 mengenai satu data Indonesia, data adalah catatan atas kumpulan fakta atau deskripsi berupa angka, karakter, symbol, gambar, peta, tanda, isyarat, tulisan, suara, dan/atau bunyi, yang merepresentasikan keadaan sebenarnya atau menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi.

Untuk menghasilkan sebuah data, kita harus melalui tiga tahapan utama yaitu pengumpulan, pengolahan/analisis, dan penyajian atau interpretasi. Dalam tulisan saya kali ini saya akan membahas cara mengumpulkannya, untuk pengolahan, dan penyajian akan dijelaskan dalam tulisan-tulisan saya berikutnya  
Menurut cara memperolehnya, data dibedakan menjadi tiga yaitu :
1.    Kuisioner
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.

Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

2.    Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.

3.    Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.

Cara-cara tersebut adalah cara-cara dalam pengumpulan data, mau pilih yang mana? Itu berdasarkan data apa yang akan kita hasilkan dan karakteristik unit observasi kita, apakah kita mau mengambil data dari manusia? Alam? Dari percobaan? Atau sebagainya

Terlepas dari itu, ada hal yang perlu kita pikirkan, apabila populasi dari unit observasi kita sangat besar apakah kita perlu mengambil informasi dari setiap unit tersebut? Apakah kita akan sanggup?
Nah, hal ini dijelaskan dalam ilmu statistic. Secara statistic, pengumpulan data dibedakan menjadi dua yaitu sensus dan survei. Kegiatan ini dimaksudkan agar kita tidak perlu melakukan pengambilan data ke setiap unit observasi untuk mendapatkan data yang kita hasilkan, sebagai contoh, kita tidak perlu memakan semangkuk sayur hanya untuk mengetes apakah tingkat keasinan sayur tersebut sudah pas

Penasaran tentang bagaimana sensus dan survei? Nantikan di tulisan-tulisan saya berikutnya…
Terimakasih