Bagaimana data bisa
dihasilkan?
Hmmmm… mungkin bagi masyarakat
umum, mengenal data hanya sebatas informasi dan sebagainya yang diperlukan
untuk melakukan aksi tertentu. Tetapi lebih jauh dari itu, data justru sebagai
elemen yang harus ada dalam pengambilan keputusan, bagaimana cara mendapatkannya?
Mari kita bahas…
Menurut
perpres no. 39 tahun 2019 mengenai satu data Indonesia, data adalah catatan
atas kumpulan fakta atau deskripsi berupa angka, karakter, symbol, gambar,
peta, tanda, isyarat, tulisan, suara, dan/atau bunyi, yang merepresentasikan
keadaan sebenarnya atau menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi.
Untuk
menghasilkan sebuah data, kita harus melalui tiga tahapan utama yaitu pengumpulan,
pengolahan/analisis, dan penyajian atau interpretasi. Dalam tulisan saya kali
ini saya akan membahas cara mengumpulkannya, untuk pengolahan, dan penyajian
akan dijelaskan dalam tulisan-tulisan saya berikutnya
Menurut
cara memperolehnya, data dibedakan menjadi tiga yaitu :
1. Kuisioner
Angket / kuesioner adalah teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan
atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik
pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup
besar dan tersebar di berbagai wilayah.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik
pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan
angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi
(situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk
mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan
pada responden yang tidak terlalu besar.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data
maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Cara-cara
tersebut adalah cara-cara dalam pengumpulan data, mau pilih yang mana? Itu berdasarkan
data apa yang akan kita hasilkan dan karakteristik unit observasi kita, apakah
kita mau mengambil data dari manusia? Alam? Dari percobaan? Atau sebagainya
Terlepas
dari itu, ada hal yang perlu kita pikirkan, apabila populasi dari unit
observasi kita sangat besar apakah kita perlu mengambil informasi dari setiap
unit tersebut? Apakah kita akan sanggup?
Nah,
hal ini dijelaskan dalam ilmu statistic. Secara statistic, pengumpulan data
dibedakan menjadi dua yaitu sensus dan survei. Kegiatan ini dimaksudkan agar
kita tidak perlu melakukan pengambilan data ke setiap unit observasi untuk
mendapatkan data yang kita hasilkan, sebagai contoh, kita tidak perlu memakan
semangkuk sayur hanya untuk mengetes apakah tingkat keasinan sayur tersebut
sudah pas
Penasaran
tentang bagaimana sensus dan survei? Nantikan di tulisan-tulisan saya
berikutnya…
Terimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar