Senin, 30 Maret 2020

Sampah Plastik terus bertambah, sampai kapan akan berakhir?


Sampah plastic adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Plastik merupakan produk serbaguna, ringan, fleksibel, kuat, dan relative murah. Dengan kemudahan tersebut, seluruh dunia menghasilkan lebih banyak broduk berbahan baku plastic. Namun, tanpa disadari bahan baku seperti bisphenol A (BPA) ,zat aditif beracun dalam plastic, pewarna plastik dan cara penggunaannya yang tidak ramah lingkungan, justru merusak lingkungan hidup.
Produksi plastic di seluruh dunia telah berkembang sebagai bahan yang tahan lama. Terutama berbasis minyak bumi. Plastic secara bertahan menggantikan bahan-bahan seperti kaca dan logam. Saati ini, rata-rata orang Eropa Barat dan Amerika Utara menggunakan sekitar 100 kilogram plastic setiap tahun. Sebagian besar dalam bentuk kemasan. Sedangkan masyarakat Asia menggunakan sekitar 20 kilogram per orang. Namun, angka ini diperkirakan akan tumbuh pesar seiring perkembangan ekonomi asia.
Menurut Program Lingkungan PBB (UNEP), antara 22 persen hingga 43 persen plastic yang digunakan di seluruh dunia dibuang ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat diartikan sebagai sumber daya yang terbuang. Sampah yang dibuang berarti menyita ruang yang seharusnya bias dimanfaatkan untuk hal lain. Bayangkan, berapa puluh hektar yang digunakan untuk pembangunan TPS yang sebagian besar adalah sampah plastic?
Selain itu, sekitar 10 hingga 20 juta ton sampah plastic mencemari lautan setiap tahun. Sebuah studi memperkirakan bahwa sekitar lima triliun partikel sampah plastic mengambang dilautan sekarang. Sampah plastic di lautan menyebabkan kerusakan ekosistem laut hingga wisata alam. Hewan seperti burung laut, paus, lumba-lumba mati karena memakan atau terjerat sampah plastic.
Sampah plastic membawa dampak negative yang luar biasa bagi manusia dan lingkungan. Dampak tersebut antara lain :
-          Mengganggu rantai makanan
-          Pencemaran tanah dan air tanah
-          Menyebabkan polusi udara
-          Membunuh hewan
-          Beracun bagi manusia
-          Biaya penanggulangan mahal, dan
-          Penurunan wisata

Misi pencegahan pencemaran lingkungan dari sampah plastic merupakan salah satu misi dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang kita sebut sebagai  sustainable development goals (SDGs). Kita tidak bisa langsung menghentikan produksi plastic. Karena sesuai dengan yang dijelaskan di atas. Plastic merupakan produk serba guna. Namun kita dapat secara bertahap menurunkan tingkat pemakaiannya dan mengelolanya dengan baik. kita dapat berkontribusi dengan cara hidup ramah lingkungan. Berbagai cara tersebut antara lain :
-          Daur Ulang
-          Penggunaan incinerator
-          Pembatasan penggunaan produk plastic
-          Menggunakan bak sampah untuk membuang botol air plastic, wadah makanan dan bahan plastic lainnya
-          Hindati membuang sampah plastic di ruang terbuka, tempat umum, saluran air, sungan, pantai, laut, dan sumber daya alam lainnya
-          Mengikuti peraturan pemerintah yang berkaitan dengan manajemen plastic
-          Meningkatkan kesadaran masyarakat, misalkan menginformasukan kepada kerabat atau tetangga
-          Ikut gotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah dari sampah

Selasa, 24 Maret 2020

Apasih SDGs itu? Dan apa kontribusi yang bias kita lakukan untuk mewujudkan SDGs?


Suistanable Development Goals (SDGs) adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong  pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. SDGs diberlakukan  dengan prinsip-prinsip universal, integrasi dan inklusif untuk  meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan atau "No-one Left Behind".

SDGs adalah tindak lanjut dari kesepakatan global sebelumnya yaitu MDGs atau Milennium Development Goals yang diluncurkan Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Bulan September 2015 yang  melanjutkan upaya dan capaian agenda global sebelumnya yaitu MDGs yang sudah banyak merubah wajah dunia 15 tahun kearah yang lebih baik.

Jika sebelumnya MDGs memiliki 8 tujuan yang ingin dicapai masyarakat global, antara lain  :
   1)      Menangulangi kemiskinan dan kelaparan,
   2)      Mencapai pendidikan dasar secara universal,
   3)      Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,
   4)      Menurunkan angka kematian anak,
   5)      Meningkatkan kesehatan ibu,
   6)      Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit menular lainnya,
   7)      Menjamin daya dukung lingkungan hidup,
   8)      Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

SDGs  memiliki 17 tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat dunia, antara lain :
   1)      Tanpa Kemiskinan
   2)      Tanpa Kelaparan
   3)      Kehidupan Sehat dan Sejahtera
   4)      Pendidikan Berkualitas
   5)      Kesetaraan Gender
   6)      Air Bersih dan Samitasi yang layak
   7)      Energi Bersih dan Terjangkau
   8)      Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomu
   9)      Industri, Inovasi dan infrastruktur
   10)  Berkurangnya Kesenjangan
   11)  Kota dan Pemukiman yang berkelanjutan
   12)  Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
   13)  Penanganan Perubahan Iklim
   14)  Ekosistem Lautan
   15)  Ekosistem Daratan
   16)  Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
   17)  Kemitraan untuk mencapai tujuan

Dari tujuh belas indicator di atas, jelas semuanya adalah tugas pemerintah dan PBB dalam mewujudkan hal tersebut. namun kita juga dapat ikut serta dalam mewujudkan cita-cita tersebut, antara lain dengan meningkatkan kualitas diri kita sendiri, menjadi professional dibidang kita masing-masing, mengikuti segala regulasi yang dibuat oleh pemerintah, serta berpikir kritis dan inovatif terhadap semua hal yang kita alami. Selain itu, kita dapat membantu pemerintah dalam mengumpulkan data yang menjadi indicator  SDGs. Data-data tersebut mayoritas dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik. Cukup dengan menyambut petugas survey yang baik dan menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan benar sudah cukup membantu kok. Dan jangan lupa untuk mengisi Sensus Penduduk Online 2020 agar meringankan kerja para petugas sensus!

Senin, 09 Maret 2020

Sensus Penduduk 2020 : Mengisi online atau didatangi petugas?

Logo Sensus Penduduk 2020
Sensus penduduk adalah kegiatan mencacah seluruh penduduk Indonesia tidak terkecuali untuk mendapatkan data-data kependudukan yang berguna bagi pembangunan. Sensus penduduk dilakukan sepuluh tahun sekali dan sudah diadakan sebanyak enam kali mulai 1961. Sensus penduduk dilaksanakan pada tahun dengan angka berakhiran nol (0). Dan sekarang sudah tahun 2020, itu artinya, sensus penduduk kembali di adakan yang ke tujuh kalinya.

Badan Pusat Statistik (BPS) selalu berupaya mengembangkan metode dan teknologi pada setiap kegiatan sensus yang dilakukan. Pada Sensus Penduduk 2020 (SP2020) ini, BPS menggunakan combined method yaitu kombinasi antara data registrasi dari dinas kependudukan dan catatan sipil kementerian dalam negeri yang digunakan sebagai dkerangka dasar data kependudukan, dengan data hasil pencacahan. Metode ini dilakukan, agar mencapai visi presiden yaitu satu data Indonesia karena masalah selama ini adalah perbedaan data yang dihasilkan oleh BPS dan data yang ada di Lembaga/ kementerian terkait. Diharapkan pada sensus ke delapan tahun 2030 nanti,BPS menargetkan sistem Sensus Penduduk sudah mengandalkan metode registrasi dan berbasis elektronik .

Badan Pusat Statistik juga mengembangkan dua  metode pencacahan, yaitu sensus penduduk online yang dilakukan pada bulan februari-maret dan sensus penduduk wawancara yang akan dilakukan pada bulan juli. Sensus penduduk online adalah pengisian kuisioner secara mandiri oleh penduduk melalui sensus.bps.go.id.Badan Pusat Statistik Sendiri menargetkan 22% penduduk Indonesia mengisi sensus penduduk online. sensus penduduk wawancara adalah penduduk didatangi langsung petugas untuk diwawancara. Sekarang, pertanyaan yang muncul adalah lebih baik mengisi online atau menunggu kedatangan petugas bulan juli nanti?

Baik sensus penduduk online maupun sensus penduduk wawancara, kita semua akan tetap dicacah. Salah satu kunci kesuksesan dalam sensus ini adalah partisipasi dan kejujuran kita semua dalam mengisi kuisioner. Pilihan antara sensus penduduk online atau sensus penduduk wawancara itu tergantung pada ketersediaan akses internet yang kita miliki. Jika kita mempunyai akses internet yang memadai, saya sarankan agar kita semua melakukan sensus penduduk online. Selain mudah dan cepat, sensus penduduk online dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Selain itu, apabila kita melakukan sensus penduduk online, kita sudah berpartisipasi dalam meringankan beban petugas sensus, karena jika kita sudah mengisi online data kependudukan kita, kemungkinan besar kita tidak akan didatangi lagi oleh petugas sensus. Kita didatangi petugas sensus hanya untuk dikonfirmasi apabila ada isian yang kurang tepat.

Oleh Karena itu, tunggu apa lagi, ayo turut berpartisipasi dalam menyukseskan sensus penduduk 2020 dengan mengisi online data kependudukan kita di sensus.bps.go id!
Karena bagi Indonesia, kamu berarti