Kota Baubau merupakan salahsatu kota di Provinsi Sulawesi Tenggara yang cukup maju. Kota ini merupakan kota pelabuhan yang menjadi salahsatu lalu lintas Tol Laut Indonesia. Kota ini merupakan kota kecil yang hanya memiliki luas 293 km2 namun memiliki fasilitas yang cukup komplit. Sebagai kota pelabuhan yang menjadi transit masyarakat dari Indonesia Bagian Barat yang hendak ke Timur, Kota Baubau memiliki kegiatan ekonomi yang merata untuk semua sector. Terlihat dari PDRB Kota Baubau menurut Lapangan Usaha tahun 2019 dimana share PDRB cukup merata dengan tiga lapangan usaha mendominasi terdiri dari Konstruksi, Perdagangan, dan Perikanan.
Pada tahun 2019 para pimpinan daerah di daerah Kepulauan Buton meliputi daerah Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, dan Kabupaten Wakatobisudah bersepakat untuk mempersiapkan pembentukan Provinsi Kepulauan Buton sebagai pemekaran dari Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Kota Baubau sebagai Kota yang diusung sebagai Ibukota Provinsi tersebut. Desas-desus pemekaran ini sudah menjadi buah bibir diberbagai kalangan. Mulai dari kalangan elit politik, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dengan potensi yang ada, Kota Baubau sudah siap sebagai Ibukota Kepulauan buton seperti yang diucapkan WaliKota Baubau pada 16 Oktober 2019 "Kita sudah siap. Saya sudah tanda tangan segala sesuatu dokumen-dokumennya untuk menuju pada pembentukan Provinsi Kepton,".
Untuk melihat siap tidaknya Kota Baubau untuk menjadi Ibukota Provinsi Kepulauan Buton, salahsatunya kita bisa melihat dari segi ekonomi Kota Baubau. Yang pertama yakni Perkembangan Ekonomi di Kota Baubau. Pertumbuhan Ekonomi di Kota Baubau sangat impresif. Dari tahun 2010, Pertumbuhan Ekonomi Kota Baubau diatas 9% namun memiliki tren menurun hingga tahun 2019, Pertumbuhan Ekonomi Kota Baubau 6,59%. Namun angka ini masih lebih tinggi dari rata-rata nasional dan rata-rata Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemudian dilihat dari tingkat kemiskinan Kota Baubau terus menurun pada angka 7,57% dimana angka ini masih jauh lebih rendah dari rata-rata provinsi Sulawesi Tenggara (11,24%) dan rata-rata Indonesia (9,41%).
Kota Baubau memiliki Potensi besar dibidang transportasi dan pariwisata. Pelabuhan Kota Baubau merupakan Pelabuhan besar yang selalu dilewati oleh kapal yang hendak ke timur Indonesia. Kota Baubau dapat dikatakan sebagai kota transit sehingga akibat pola ini, arus ekonomi Kota Baubau menjadi sangat dinamis sehingga hal ini dapat menjadi modal besar untuk menjadi Ibukota Provinsi. Selain itu disektor pariwisata, Kota Baubau memiliki situs pariwisata potensial berupa pantai yang indah dan memiliki Benteng Terluas di Dunia sehingga sangat potensial untuk menjadi pariwisata budaya. Selain itu Kota Baubau merupakan pintu gerbang bagi wisatawan yang hendak ke Taman Nasional Wakatobi dan juga Kota Baubau memiliki kuliner yang khas dari olahan hasil perikanan yang sangat berlimpah di Kota Baubau. Sektor transportasi dan pariwisata dapat menjadi sector andalan di Kota Baubau jika dikembangkan dengan baik.
Dari uraian diatas dapat dilihat secara jelas bahwa Kota Baubau telah siap menjadi Ibukota Provinsi Kepulauan Buton. Persiapan lanjutan yang perlu dilakukan adalah persiapan infrastruktur penunjang, pembebasan lahan untuk wilayah perkantoran provinsi, dan persiapan administratif. Kendala yang saat ini dialami adalah masih diberlakukannya moratorium pemekaran wilayah di Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan setelah moratorium dicabut, Kepualauan Buton dapat menjadi Provinsi yang paling pertama mekar sebagai provinsi ke 35 Indonesia. Dukungan, harapan dan doa tentu selalu mengiringi usulan pemekaran tersebut.
***Sekian***
Sumber : https://baubaukota.bps.go.id
https://Liputan6.com