Senin, 17 Februari 2020

Bagaimana data bisa dihasilkan?




Bagaimana data bisa dihasilkan?
Hmmmm… mungkin bagi masyarakat umum, mengenal data hanya sebatas informasi dan sebagainya yang diperlukan untuk melakukan aksi tertentu. Tetapi lebih jauh dari itu, data justru sebagai elemen yang harus ada dalam pengambilan keputusan, bagaimana cara mendapatkannya? Mari kita bahas…

Menurut perpres no. 39 tahun 2019 mengenai satu data Indonesia, data adalah catatan atas kumpulan fakta atau deskripsi berupa angka, karakter, symbol, gambar, peta, tanda, isyarat, tulisan, suara, dan/atau bunyi, yang merepresentasikan keadaan sebenarnya atau menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi.

Untuk menghasilkan sebuah data, kita harus melalui tiga tahapan utama yaitu pengumpulan, pengolahan/analisis, dan penyajian atau interpretasi. Dalam tulisan saya kali ini saya akan membahas cara mengumpulkannya, untuk pengolahan, dan penyajian akan dijelaskan dalam tulisan-tulisan saya berikutnya  
Menurut cara memperolehnya, data dibedakan menjadi tiga yaitu :
1.    Kuisioner
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.

Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

2.    Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.

3.    Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.

Cara-cara tersebut adalah cara-cara dalam pengumpulan data, mau pilih yang mana? Itu berdasarkan data apa yang akan kita hasilkan dan karakteristik unit observasi kita, apakah kita mau mengambil data dari manusia? Alam? Dari percobaan? Atau sebagainya

Terlepas dari itu, ada hal yang perlu kita pikirkan, apabila populasi dari unit observasi kita sangat besar apakah kita perlu mengambil informasi dari setiap unit tersebut? Apakah kita akan sanggup?
Nah, hal ini dijelaskan dalam ilmu statistic. Secara statistic, pengumpulan data dibedakan menjadi dua yaitu sensus dan survei. Kegiatan ini dimaksudkan agar kita tidak perlu melakukan pengambilan data ke setiap unit observasi untuk mendapatkan data yang kita hasilkan, sebagai contoh, kita tidak perlu memakan semangkuk sayur hanya untuk mengetes apakah tingkat keasinan sayur tersebut sudah pas

Penasaran tentang bagaimana sensus dan survei? Nantikan di tulisan-tulisan saya berikutnya…
Terimakasih