Sampah
plastic adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Plastik
merupakan produk serbaguna, ringan, fleksibel, kuat, dan relative murah. Dengan
kemudahan tersebut, seluruh dunia menghasilkan lebih banyak broduk berbahan
baku plastic. Namun, tanpa disadari bahan baku seperti bisphenol A (BPA) ,zat
aditif beracun dalam plastic, pewarna plastik dan cara penggunaannya yang tidak
ramah lingkungan, justru merusak lingkungan hidup.
Produksi
plastic di seluruh dunia telah berkembang sebagai bahan yang tahan lama.
Terutama berbasis minyak bumi. Plastic secara bertahan menggantikan bahan-bahan
seperti kaca dan logam. Saati ini, rata-rata orang Eropa Barat dan Amerika
Utara menggunakan sekitar 100 kilogram plastic setiap tahun. Sebagian besar
dalam bentuk kemasan. Sedangkan masyarakat Asia menggunakan sekitar 20 kilogram
per orang. Namun, angka ini diperkirakan akan tumbuh pesar seiring perkembangan
ekonomi asia.
Menurut
Program Lingkungan PBB (UNEP), antara 22 persen hingga 43 persen plastic yang
digunakan di seluruh dunia dibuang ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat
diartikan sebagai sumber daya yang terbuang. Sampah yang dibuang berarti menyita
ruang yang seharusnya bias dimanfaatkan untuk hal lain. Bayangkan, berapa puluh
hektar yang digunakan untuk pembangunan TPS yang sebagian besar adalah sampah plastic?
Selain
itu, sekitar 10 hingga 20 juta ton sampah plastic mencemari lautan setiap
tahun. Sebuah studi memperkirakan bahwa sekitar lima triliun partikel sampah plastic
mengambang dilautan sekarang. Sampah plastic di lautan menyebabkan kerusakan
ekosistem laut hingga wisata alam. Hewan seperti burung laut, paus, lumba-lumba
mati karena memakan atau terjerat sampah plastic.
Sampah
plastic membawa dampak negative yang luar biasa bagi manusia dan lingkungan. Dampak
tersebut antara lain :
-
Mengganggu rantai makanan
-
Pencemaran tanah dan air tanah
-
Menyebabkan polusi udara
-
Membunuh hewan
-
Beracun bagi manusia
-
Biaya penanggulangan mahal, dan
-
Penurunan wisata
Misi
pencegahan pencemaran lingkungan dari sampah plastic merupakan salah satu misi
dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang kita sebut sebagai sustainable development goals (SDGs). Kita
tidak bisa langsung menghentikan produksi plastic. Karena sesuai dengan yang
dijelaskan di atas. Plastic merupakan produk serba guna. Namun kita dapat secara
bertahap menurunkan tingkat pemakaiannya dan mengelolanya dengan baik. kita
dapat berkontribusi dengan cara hidup ramah lingkungan. Berbagai cara tersebut
antara lain :
-
Daur Ulang
-
Penggunaan incinerator
-
Pembatasan penggunaan produk plastic
-
Menggunakan bak sampah untuk membuang
botol air plastic, wadah makanan dan bahan plastic lainnya
-
Hindati membuang sampah plastic di ruang
terbuka, tempat umum, saluran air, sungan, pantai, laut, dan sumber daya alam lainnya
-
Mengikuti peraturan pemerintah yang
berkaitan dengan manajemen plastic
-
Meningkatkan kesadaran masyarakat, misalkan
menginformasukan kepada kerabat atau tetangga
-
Ikut gotong royong membersihkan lingkungan
sekitar rumah dari sampah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar